Menjadi Pribadi Yang Unggul

Kata ”Unggul” merupakan kata yang memiliki makna prestatif. Hal ini terjadi karena “Unggul” berbanding lurus dengan prestasi.Seseorang menjadi unggul apabila menghasilkan prestasi-prestasi dalam hidupnya. Karena itu menyandang kata unggul bagi seseorang, bukanlah hal yang ringan, melainkan memerlukan kemampuan, aktifitas, kreativitas dan perilaku yang benar-benar menunjukan keunggulan.

Menurut AA Gym, prestasi itu bisa dipetakan dalam format 3 K(Q), yaitu Kecepatan (quick), Kualitas (quality), Kuantitas (quantity). Ke 3 K(Q) tersebut telah terakomodasi dalam islam sebagai agama prestatif.

Islam mengutamakan kecepatan dengan menganjurkan untuk tidak menunda-nunda kebaikan. Islam mengutamakan kualitas dengan menganjurkan untuk beribadah dengan khusyuk dan melakukan yang terbaik untuk dunia serta akhirat. Islam juga mengutamakan kuantitas dengan menganjurkan memperbanyak amalan, ilmu dan usaha.Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa islam adalah agama prestatif yang menguramakan kecepatan, kualitas dan kuantitas dari pemeluknya.

Lalu, kenapa hingga sekarang kita belum termasuk pribadi yang unggul?

Rahasia menjadi unggul ada pada diri kita sendiri dan contohnya ada pada diri Rasulullah SAW. Tidak ada yang meragukan bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai pribadi unggul. Tiada ragu pula Michael H. Hart, penulis buku “Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah” menempatkan Nabi Muhammad sebagai manusia yang paling prestatif dan paling berpengaruh didunia.

Lalu kenapa rahasianyan juga ada pada diri kita sendiri? Karena diri kitalah yang memahami sejauh mana potensi diri yang kita miliki dan patut dikembangkan.Ada 3 hal yang menjadi konsep untuk menjadi pribadi yang unggul.

Pertama, kita harus mempunyai kemampuan untuk mengoreksi sikap dan mental kita sendiri. Dengan demikian kita dapat menumbuhkan keuletan dalam menmpa diri.Segala bentuk kemalasan harus segera dihilangkan kalau ingin mempunyai masa depan yang cerah. Kedua, kita harus berada pada lingkungan dan sistem yang kondusif untuk melecut potensi dan prestasi diri. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan sangat berpengaruh pada pribadi seseorang untuk membentuk diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.Untuk itu perlu kiranya kita memperhatikan hal yang ada dilingkungan sekitar agar kita terhindar dari segala problema yang dapat menghancurkan keinginan kita untuk maju dan menjadi pribadi yang unggul.

Ketiga, yang tidak kalah penting adalah silaturahmi. Dengan silaturahmi dapat mempercepat datangnya kebalikan, memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki. Untuk itu, bagi siapapun yang hendak mengejar prestasi sebagai pribadi yang unggul janganlah ragu-ragu untuk bersilaturahmi dengan orang banyak dari berbagai kalangan, karena dengan silaturahmi akan datang hikmah tersendiri yang bisa membangkitkan inspirasi untuk menggapai kesuksesan.

Ingat, selagi kita masih muda, kita bisa mengatur program pengembangan diri, bakat dan minat pada suatu bidang. Kita masih berkesempatan untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan.Untuk itu hilangkan segala bentuk kemalasan, segala bentuk kegiatan dan kebiasaan yang sia-sia, kenali dan kembangakan kreatifitas dan potensi diri, sehingga kita bias menjadi generasi yang benar-benar unggul dan berakhlak mulia.Amiin.

Kiat Sukses

“Akhir kehidupan adalah kehidupan itu sendiri.Hidup adalah tindakan, dengan memanfaatkan kekuatan yang kita miliki dan menggunakan kekuatan itu secara maksimal, itu semua merupakan kenikmatan dan tugas kita selaku umat yang prestatif”…